Larangan Merayakan Hari Valentine Bagi Islam

H. Willyuddin A.R.Dhani
MUI Kota Bogor

Allah Swt berfirman: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (artinya: pemimpin-pemimpin, (panutanmu), sahabat setia (yang diikuti kemauannya), penolong atau pelindung); sebahagian mereka adalah panutan bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali (ikutan/panutan), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?" Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi. 

Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui. 

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Dan Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, Maka Sesungguhnya pengikut (agama) Allah Itulah yang pasti menang. (QS. Al Maidah 51-56)

Saudaraku… Di hari-hari menjelang tanggal 14 Februari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Kita akan menjumpai hiasan interior yang berisi pernak-pernik yang didominasi dua warna; pink dan biru muda. Ada yang berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga.

Apa sebabnya? Karena sebentar lagi anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang yang tenar disebut Valentine Day. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang, ironisnya hal ini juga dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam seperti Indonesia. Entah karena latah, atau kebodohan yang mendasarinya.

Mereka menganggap perayaan “valentine day” ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.  Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung ritual religius peribadatan. Sedangkan Valentine Day sangat berkaitan dengan nilai peribadatan. Oleh karena itu para pemuda Islam yang ikut-ikutan merayakannya, dia akan terjerumus dalam kemusyrikan dan menjadi Musrtad dari Islam tanpa disadarinya. Seperti yang dinyatakan oleh Allah berikut ini:

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati (mengikuti) orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang kepada kekafiran, lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran 149)

MARI KITA URAI SEJARAH VALENTINE DAY


Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April MoB, Hallowen: So What?” yang ditulis oleh saudara kita bang Rizki Ridyasmara, terbitan Pustaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil.  Inilah salinannya:

Sesungguhnya ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Tetapi paling populer berkaitan dengan kisah dari pendeta Santo Valentinus yang hidup pada masa Kaisar Claudius II, Ia kemudian menemui ajalnya pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas, jika kita telisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (atau penyembahan dewa-dewi) Romawi Kuno, Valentine day adalah perayaan yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pada pertengahan bulan Februari dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Setiap tanggal 14 atau 15 Pebruari, para pendeta akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.

Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu dengan keyakinan bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), persembahan dilakukan untuk dewi cinta mereka (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus bersedia menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bercinta, bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, para sejarawan Kristen masih berbeda pendapat. Sekurangnya ada tiga nama Valentine yang disinyalir meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya Santo Valentine” termaksud. Kisahnya pun yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda-beda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintah Kerajaan Roma, marah dan memerintahkan untuk menangkap dan memenjarakan Santo Valentine ini karena ia menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang sudah menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari pendeta Santo Valentine. Ia secara diam-diam menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap.  Kaisar Cladius II memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

TRADISI KIRIM KARTU VALENTINE

Tradisi mengirim kartu Valentine, sebenarnya tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Riwayatnya, pada tahun 1415 M, Duke of Orleans yang dipenjara di Tower of London, bertepatan dengan perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, mengirim kartu kepada isterinya di Perancis yang berisi puisi cinta.  Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine”berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhannya orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian kata Ken Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala. Adapun Cupid (berarti: the desire), disebut sebagai Dewa cinta. Ia digambarkan si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah, ia  adalah putra Nimrod “the hunter”dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan, sehingga diburu banyak perempuan. Bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest perzinahan dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa tentang siapa Santo Valentine ini juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi hubungan kisah antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan bahwa setiap tanggal 14 Februari merupakan hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan bahwa, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.  Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969, dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena hanya berdasarkan mitos atau legenda.

Namun demikian, ternyata misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu. Sayangnya pemuda-pemudi muslim juga ikut-ikutan terjerumus ke dalam budaya paganisme agama katholik roma ini.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

KEPENTINGAN BISNIS

Hari Valentine yang masih dihidup-hidupkan hingga sekarang itu tidak lain adalah upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha televisi, penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang ingin meraup keuntungan sangat besar dari event itu, sekaligus untuk menjauhkan para pemuda dari keyakinan ajaran agamanya agar mengikuti apa mau mereka.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

PESTA KEMAKSIATAN

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu valentine di Amerika berkat sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.

Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di seluuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang yang tulus dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day, yakni menyebarkan industry kemaksiatan, berkedok kasih sayang.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikkan.

PEMURTADAN TERSELUBUNG


Tiap tahun menjelang bulan 14 Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen dan penyembahan berhala Dewa dewi Romawi kuno, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja”, demikian celoteh bodoh remaja kita tersebut yang sekedar berkilah. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah dogma dan ideologi Kristiani dan perayaan penyembahan berhala-berhala, dan ini sangat dilarang di dalam ajaran Islam, karena pelakunya akan terjerumus dalam kesesatan dan Murtad tanpa disadarinya.

Nah, jika ada pemuda-pemudi Muslim ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka mereka telah ikut-ikutan melakukan penyembahan dan pengagungan dewa dewi mereka. Hal ini di dalam ajaran Islam sudah termasuk perbuatan musyrik atau mempersekutukan Allah SWT, yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Apakah kita mau mengorbankan keridhoan dan kasih sayang dan cinta Allah yang sebenarnya dengan kemurkaan-Nya  hanya gara-gara ikut-ikutan merayakan Hari Valentine yang berisi kesenangan yang sangat sedikit tersebut??  Rasulullah saw telah bersabda: Barangsiapa mengikuti suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum itu (HR. Abu Daud & Ahmad)

Jadi,… ''Tidak semua yang kita anggap baik dan kita senangi itu bagus dan bermanfaat untuk kita, bahkan bisa jadi membahayakan dan merugikan kita. Allah Swt berfirman:

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah 216).  Wallohu a’lam.

Demikian, semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar dan diridhoi-Nya, serta melindungi kita dari segala tipu daya syetan dan bala tentaranya, baik yang dari golongan jin maupun yang dari golongan manusia. Amin.

Maha Suci Engkau Ya Tuhan kami, dan segala puji hanya milikMu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepadaMu dan aku bertaubat kepadaMu.
       
 

H. Willyuddin A.R.Dhani
Ketua Komisi “Penelitian, Pengkajian & Pengawasan Aliran Sesat dan Aliran Sempalan -  MUI  Kota Bogor”

Nara Sumber Kajian Tematik RRI Bogor 93.75 FM, setiap Jum’at pukul 16.30-17.00 WIB
Telp. 0251.966.9655, 0818.0802.0675, 0856.9519.0165.
Email: abuhanifah_07@yahoo.com  ---  www. forum kajian abuhanifah.blogspot.com
Keberadaan Dajjal

Keberadaan Dajjal

Asal-Usul Keluarganya:
Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apajua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya “MinalMunzharin”.
Seperti halnya Nabi Isa as  yg di angkat oleh Allah swt ke atas langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula keatas muka bumi ini lalu beliau akan mati dan di kuburkan di Madinah AlMunawwarah. Sama juga halnya dgn Iblis yg di tangguhkan kematiannya sehingga hari kiamat nanti.


Ayah Dajjal seorang yg tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung. Sedangkan Ibunya pula seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya. Menurut Imam Al Barzanji ada pendapat mengatakan bahwa asal keturunan bapaknya ialah seorang Dukun Yahudi yg di kenali dgn “syaqq” manakala ibunya adalah dari bangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan dengan makhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Walau bagaimanapun kelahiran dan kehidupan masa kecil tidak diketahui dgn jelas.
Sifat Badannya:
Hadis Huzaifah r.a katanya: Rasulullah s.a.w. telah bersabda: "Dajjal ialah orang yang buta matanya sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Syurga dan Neraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka" (Hadis Sahih Muslim)
Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadis Rasulullah saw, diantaranya: Seorang yg kelihatannya masih muda; Berbadan Besar dan agak kemerah-merahan; Rambutnya kerinting dan tebal. Kelihatan dari belakang seolah-olah dahan kayu yg rimbun.
Dan tandanya yg paling ketara sekali ada dua:
1. Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut, manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-kelip laksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat.
2. Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”. Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap org Islam, sama ada ia pandai membaca atau tidak. Mengikut hadis riwayat At-Thabrani, kedua-dua tanda ini menjelma dalam diri Dajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua-dua tanda yg terakhir ini belum ada pada dirinya.
Tempat Tinggalnya Sekarang:
Menurut riwayat yg sahih yg disebutkan dlm kitab “Shahih Muslim”, bahwa Dajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau dan ditunggu oleh seekor binatang yg bernama “Al-Jassasah”. Terdapat hadis mengenainya.. (tetapi terlalu panjang utk ditulis.. anda boleh membaca terus dari buku). Daripada Hadis ini jelaslah bagi kita bahwa Dajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yg diizinkan oleh Allah swt untuk keluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat “transitnya” itu ialah disebelah Timur bukan di Barat.
Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya:
Dajjal akan hidup setelah ia memulakan cabarannya kepada umat ini, selama empat puluh hari. Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dgn setahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satu minggu dan hari-hari selanjutnya sama seperti hari-hari biasa.
Kami bertanya: “Wahai Rasulullah! Berapa lamakah ia akan tinggal di muka bumi ini? Nabi saw, menjawab: Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hari yg pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari yg masih tinggal lagi (yiaitu 37hari) adalah sama seperti hari kamu yg biasa.
Lalu kami bertanya lagi: Wahai Rasulullah saw! Di hari yg panjang seperti setahun itu, apakah cukup bagi kami hanya sembahyang sehari sahaja (yaitu 5 waktu sahaja). Nabi saw menjawab: Tidak cukup. Kamu mesti mengira hari itu dgn menentukan kadar yg bersesuaian bagi setiap sembahyang..”
Maksud Sabdaan Rasulullah saw, ini ialah supaya kita mengira jam yg berlalu pada hari itu. Bukan mengikut perjalanan matahari seperti biasanya kita lakukan. Misalnya sudah berlalu tujuh jam selepas sembahyang Subuh pada hari itu maka masuklah waktu sembahyang Zohor, maka hendaklah kita sembahyang Zohor, dan apabila ia telah berlalu selepas sembahyang Zohor itu tiga jam setengah misalnya, maka masuklah waktu Asar, maka wajib kita sembah yang Asar.
Begitulah seterusnya waktu Sembahyang Maghrib, Isyak dan Subuh seterusnya hingga habis hari yg panjang itu sama panjangnya dgn masa satu tahun dan bilangan sembahyang pun pada sehari itu sebanyak bilangan sembahyang setahun yg kita lakukan. Begitu juga pada hari Kedua dan ketiga.
Fitnah Dajjal:
Dajjal telah diberi peluang oleh Allah swt utk menguji umat ini. Oleh kerana itu, Allah memberikan kepadanya beberapa kemampuan yg luar biasa. Di antara kemampuan Dajjal ialah:
1. Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya.
Benda-benda beku akan mematuhinya. Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah dgn kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung.
Umat akan dilanda kebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Maka daerah mana yg percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitu juga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada org yg bersekutu dgn Dajjal. Manakala penduduk yg tidak mahu bersukutu dgn Dajjal..mereka akan tetap berada dlm kebuluran dan kesusahan.
Dan ada diriwayatkan penyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan org yg tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran. Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah s.a.w. bertanya:”Jadi apa yg dimakan oleh org Islam yg beriman pada hari itu wahaiRasulullah?” Nabi menjawab:”Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih dan bertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.” H.R IbnuMajah
2. Ada bersamanya seumpamanya Syurga dan Neraka:
Di antara ujian Dajjal ialah kelihatan bersama dengannya seumpama syurga dan neraka dan juga sungai air dan sungai api. Dajjal akan menggunakan kedua-duanya ini untuk menguji iman org Islam kerana hakikat yg benar adalah sebalik dari apa yg kelihatan. Apa yg dikatakan Syurga itu sebenarnya Nerakadan apa yg dikatakannya Neraka itu adalah Syurga.
3. Kepantasan perjalanan dan Negeri-Negeri yang tidak dapat dimasukinya:
Kepantasan yg dimaksudkan ini tidak ada pada kendaraan org dahulu. Kalau hari ini maka bolehlah kita mengatakan kepantasan itu seperti kepantasan jet-jet tempur yg digunakan oleh tentara udara atau lebih pantas lagi daripada kenderaan tersebut sehinggakan beribu-ribu kilometer dapat ditempuhdalam satu jam”… Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana kepantasan perjalanannya diatas muka bumi ini? Nabi menjawab:”Kepantasan perjalanannya adalah seperti kepantasan “Al Ghaist” (hujan atau awan) yang dipukul oleh angin yang kencang.” H.R Muslim
Namun demikian, Dajjal tetap tidak dapat memasuki dua Bandar suci umat Islamia itu Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah.
4. Bantuan Syaitan-Syaitan untuk memperkukuhkan kedudukannya:
Syaitan juga akan bertungkus-lumus membantu Dajjal. Bagi syaitan, inilah masa yg terbaik utk menyesatkan lebih ramai lagi anak cucu Adam a.s.

Meneladani Kisah Cinta Siti Fatimah Putri Baginda Muhammad saw Terhadap Ali bin Abi Thalib

Ali Bin Abi Thalib waktu itu ingin melamar Fatimah, putri Nabi Muhammad SAW. Tapi karena dia tidak mempunyai uang untuk membeli mahar, maka ia membatalkan niat itu. Ali segera berhijrah untuk bekerja dan mengumpulkan uang. Pada saat Ali sedang bekerja keras, ia mendengar kabar kalau Abu Bakar as Shiddiq (Khalifah ke-1) ternyata melamar Fatimah. Wah, bagaimana agaknya perasaan Ali, wanita yang sudah dia inginkan dilamar oleh seseorang yang ilmu agamanya lebih hebat dari dia. Tetapi Ali tetap bekerja dengan giat.
Lalu setelah beberapa lama Ali mendengar kabar kalau lamaran Abu Bakar Shiddiq kepada Fatimah ditolak. Ali terpegun dan sedikit bergembira tentunya, kata Ali “waah, saya masih punya kesempatan ”. Setelah mendengar kabar itu, Ali bekerja lebih giat lagi agar cepat mengumpulkan uang dan segera melamar Fatimah. Tapi tak lama setelah itu, Ali mendengar kabar kalau Umar Bin Khatab (Khalifah ke-2) melamar Fatimah. Wah, sekali lagi Ali didahulukan orang lain, bagaimana perasaanya? Tapi tak berapa lama Ali mendengar kalau lamaran Umar bin Khatab ditolak. betapa senangnya Ali, mendengar kabar itu.
Tapi tak lama kesenangan itu kembali pudar Karena terdengar kabar lagi, ternyata Usman bin Affan (Khalifah ke-3) melamar Fatimah. Ini sudah yang ketiga kalinya, kata Ali “Mungkin kali ini diterima. Kalaulah Usman tidak melamar Fatimah secepat ini, Insya Allah tidak lama lagi saya akan melamar Fatimah, tapi apa hendak dikata, adakah mau mengalah".
Dan sekali lagi, tidak berapa lama dari itu, kabar ditolaknya lamaran Usman bin Affan pun terdengar lagi, betapa bahagianya Ali. Semangat Ali untuk melamar Fatimah pun berkobar lagi, dan semangat itu didukung oleh sahabat-sahabat Ali. Kata sahabatnya “pergilah Ali, lamar Fatimah sekarang, tunggu apa lagi?? kamu kan sudah bekerja keras selama ini, kamu juga sudah mengumpulkan harta dan cukup untuk membeli mahar. tunggu apa lagi??? Tunggu yang ke-4 kalinya??? baik cepat!!!”
Dengan segera Ali memeberanikan diri untuk menghadap ke Nabi Muhammad SAW dengan tujuan melamar Fatimah, dan taukah anda??? LAMARANNYA DITERIMA!!!
Oh rupanya ternyata memang dari dulu Fatimah sudah mempunyai perasaan dengan Ali dan menunggu Ali untuk melamarnya. Begitu juga dengan Ali, dari dulu dia juga sudah mempunyai perasaan dengan Fatimah,. Tapi mereka berdua sabar menyembunyikan perasaan itu sampai saatnya tiba, sampai saatnya Ijab Kabul disahkan . Wah..wah.. mereka hebat yaaa (harus kita contohi sahabat-sahabat). Walaupun Ali sudah merasakan kekecewaan 3 kali didahulukan orang lain, akhirnya kekecewaan itu terbayar juga.
Yup, sekali lagi, kata-kata ini pasti akan muncul dalam benak anda “Jodoh memang tidak kemana”
Dari cerita itu lebih memperjelas lagi kan bahwa “Cinta itu mengambil kesempatan atau mempersilakan yang lain”
Cinta adalah hal fitrah yang datangnya dari Allah swt yang tentu saja dimiliki oleh setiap orang, namun bagaimanakah membingkai perasaan tersebut agar bukan Cinta yang mengendalikan diri kita, Tetapi diri kita yang mengendalikan Cinta. Mungkin cukup sulit menemukan teladan dalam hal tersebut disekitar kita saat ini. Walaupun bukan tidak ada.. barangkali, kita saja yang tidak mengetahuinya.
Dan inilah kisah dari Khalifah ke-4, Suami dari Putri kesayangan Rasulullah yaitu Ali Bin Abi Thalib tentang membingkai perasaan dan bertanggung jawab akan perasaan tersebut. “Bukan janj-janji”
Dan Ali pun menikahi Fatimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan sahabat-sahabatnya tapi Nabi berkeras agar ia membayar bakinya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakar, Umar, Usman dan Fatimah. Dengan keberanian untuk menikah.
Sekarang bukan janji-janji dan nanti-nanti. Ali adalah gentleman sejati., “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”
Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan disini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti Ali, ia mempersilakan atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.
Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fatimah berkata kepada Ali,
“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”. Ali terkejut dan berkata,
“Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”
Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”
Ayahanda yang penyayang terus merenung putrinya dengan pandangan kasih sayang, "Putriku, maukah engkau kuajarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kau pinta itu?"
"Tentu sekali ya Rasulullah," jawab Siti Fatimah kegirangan.
Rasulullah SAW bersabda,
"Malaikat Jibril telah mengajariku beberapa kalimat. Setiap kali selesai sembahyang sholat, hendaklah membaca 'Subhanallah' sepuluh kali, 'Alhamdulillah' sepuluh kali dan 'Allahu Akbar' sepuluh kali. Kemudian ketika hendak tidur baca 'Subhanallah', 'Alhamdulillah' dan 'Allahu Akbar' ini sebanyak tiga puluh tiga kali."
Ternyata amalan itu telah memberi kesan kepada Siti Fatimah. Semua kerja rumah dapat dilaksanakan dengan mudah dan sempurna meskipun tanpa pembantu rumah.
Itulah hadiah istimewa dari Allah buat hamba-hamba yang hatinya senantiasa mengingatNya.
"Jika kamu memelihara dirimu daripada sesuatu perkara yang haram karena Allah diatas wanita kesukaanmu kerana banyak bersabar, insya Allah hanya dengan izin Allah akan menghalalkannya kepadamu atas kesabaranmu karena Allah" Subhanallah...
SYAHID Selepas Mengucapkan SYAHADAH

SYAHID Selepas Mengucapkan SYAHADAH


Suatu ketika tatkala Rasulullah s.a.w. sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Thabit telah datang menemui Baginda s.a.w.. Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama Rasulullah s.a.w. Amar ini berasal dari Bani Asyahali. Sekalian kaumnya ketika itu sudah Islam setelah tokoh yang terkenal Saad bin Muaz memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikut kaumnya yang ramai itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia orang baik dalam pergaulan. Waktu kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab, "Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak akan mengikutnya." Demikian angkuhnya Amar.

Kaum Muslimin di Madinah pun mengetahui bagaimana keanehan Amar di tengah-tengah kaumnya yang sudah memeluk Islam. Ia terasing sendirian, hatinya sudah tertutup untuk menerima cahaya Islam yang terang benderang. Kini dalam saat orang bersiap-siap akan maju ke medan perang, dia segera menemui Rasulullah s.a.w. , menyatakan dirinya akan masuk Islam malah akan ikut berperang bersama angkatan perang di bawah pimpinan Rasulullah s.a.w. . Pedangnya yang tajam ikut dibawanya. 
Rasulullah s.a.w.  menyambut kedatangan Amar dengan sangat gembira, tambah pula rela akan maju bersama Nabi Muhammad s.a.w.. Tetapi orang ramai tidak mengetahui peristiwa aneh ini, kerana masing-masing sibuk menyiapkan bekalan peperangan. Di kalangan kaumnya juga tidak ramai mengetahui keIslamannya. Bagaimana Amar maju sebagai mujahid di medan peperangan. Dalam perang Uhud yang hebat itu Amar memperlihatkan keberaniannya yang luar biasa. Malah berkali-kali pedang musuh mengenai dirinya, tidak dipedulikannya. Bahkan dia terus maju sampai saatnya dia jatuh pengsan.

"Untuk apa ikut ke mari ya Amar?" Demikian tanya orang yang hairan melihatnya, sebab sangka mereka dia masih musyrik. Mereka kira Amar ini masih belum Islam lalau mengikut sahaja pada orang ramai. Dalam keadaan antara hidup dan mati itu Amar lalu berkata, "Aku sudah beriman kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, lalu aku siapkan pedangku dan maju ke medan perang. Allah s.w.t. akan memberikan syahidah padaku dalam waktu yang tidak lama lagi." Amar meninggal. Rohnya mengadap ke hadrat Illahi sebagai pahlawan syahid. Waktu hal ini diketahui Rasulullah s.a.w. , maka Baginda s.a.w. pun bersabda,: "Amar itu nanti akan berada dalam syurga nantinya." Dan kaum Muslimin pun mengetahui akhir hayat Amar dengan penuh takjub, sebab di luar dugaan mereka. Malah Abu Hurairah r.a sahabat yang banyak mengetahui hadith Rasulullah s.a.w. berkata kaum Muslimin, "Cuba kamu kemukakan kepadaku seorang yang masuk syurga sedang dia tidak pernah bersyarat sekalipun juga terhadapAllah s.w.t.."

"Jika kamu tidak tahu orangnya." Kata Abu Hurairah r.a lagi, lalu ia pun menyambung, ujarnya, "Maka baiklah aku beritahukan, itulah dia Amar bin Thabit." Demikianlah kisah seorang yang ajaib, masuk syurga demikian indahnya. Ia tidak pernah solat, puasa dan lain-lainnya seperti para sahabat yang lain, sebab dia belum memeluk Islam. Tiba-tiba melihat persiapan yang hebat itu, hatinya tergerak memeluk Islam sehingga ia menemui Rasulullah s.a.w.. Ia menjadi Muslim, lalu maju ke medan perang, sebagai mujahid yang berani. Akhirnya tewas dia dengan mendapat syahadah iaitu pengakuan sebagai orang yang syahid. Mati membela agama Allah s.w.t. di medan perang. Maka syurgalah tempat bagi orang yang memiliki julukan syahid. Rasulullah s.a.w. menjamin syurga bagi orang seperti Amar ini.
Gunung Menangis Takut Tergolong Batu Api Neraka

Gunung Menangis Takut Tergolong Batu Api Neraka


Pada suatu hari Uqa'il bin Abi Thalib telah pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad s.a.w.. Pada waktu itu Uqa'il telah melihat berita ajaib yang menjadikan tetapi hatinya tetap bertambah kuat di dalam Islam dengan sebab tiga perkara tersebut. Peristiwa pertama adalah, bahawa Nabi Muhammad s.a.w. akan mendatangi hajat yakni mebuang air besar dan di hadapannya terdapat beberapa batang pohon. Maka Baginda s.a.w. berkata kepada Uqa'il, "Hai Uqa'il teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katalah kepadanya, bahawa sesungguhnya Rasulullah berkata; "Agar kamu semua datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya, kerana sesungguhnya Baginda akan mengambil air wuduk dan buang air besar." 

Uqa'il pun keluar dan pergi mendapatkan pohon-pohon itu dan sebelum dia menyelesaikan tugas itu ternyata pohon-pohon sudah tumbang dari akarnya serta sudah mengelilingi di sekitar Baginda s.a.w.selesai dari hajatnya. Maka Uqa'il kembali ke tempat pohon-pohon itu. 
Peristiwa kedua adalah, bahawa Uqa'il berasa haus dan setelah mencari air ke mana pun jua namun tidak ditemui. Maka Baginda s.a.w. berkata kepada Uqa'il bin Abi Thalib, "Hai Uqa'il, dakilah gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, "Jika padamu ada air, berilah aku minum!"

Uqa'il lalu pergilah mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang telah disabdakan Baginda s.a.w. itu. Maka sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya, "Katakanlah kepada Rasulullah, bahawa aku sejak Allah s.w.t.  menurunkan ayat yang bermaksud : ("Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (seksa) api neraka yang umpannya dari manusia dan batu)." "Aku menangis dari sebab takut kalau aku menjadi batu itu maka tidak ada lagi air padaku."

Peristiwa yang ketiga ialah, bahawa ketika Uqa'il sedang berjalan dengan Nabi Muhammad s.a.w., tiba-tiba ada seekor unta yang meloncat dan lari ke hadapan Rasulullah s.a.w., maka unta itu lalu berkata, "Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu." Unta masih belum selesai mengadukan halnya, tiba-tiba datanglah dari belakang seorang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus. Melihat orang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus, Nabi Muhammad s.a.w. berkata, "Hendak apakah kamu terhadap unta itu ?"

Jawab orang kampungan itu, "Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mahu taat atau tidak mau jinak, maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan)." Nabi Muhammad s.a.w. bertanya, "Mengapa engkau menderhakai dia?" Jawab unta itu, "Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak menderhakainya dari satu pekerjaan, akan tetapi aku menderhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk. Kerana kabilah yang dia termasuk di dalam golongannya, sama tidur meninggalkan solat Isya'. Kalau sekiranya dia mahu berjanji kepada engkau akan mengerjakan solat Isay' itu, maka aku berjanji tidak akan menderhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah s.w.t.  menurunkan seksa-Nya kepada mereka sedang aku berada di antara mereka."

Akhirnya Nabi Muhammad s.a.w. mengambil perjanjian orang Arab kampung itu, bahawa dia tidak akan meninggalkan solat Isya'. Dan Baginda Nabi Muhammad s.a.w. menyerahan unta itu kepadanya. Dan dia pun kembali kepada keluarganya.
Cerpen Remaja

Cerpen Remaja


ANGIN YANG MENERPA BAYANGMU
Karya : Agni Aulia Hartono






 

“Aku kan udah bilang gak mau !”, senakku pada ibu.
            Aku dipaksa oleh ibuku untuk melanjutkan sekolah di SMA  Cakrawala Daerah Istimewa Jogjakartan.
“ ayolah Nana ! Ayah dan Ibu juga kan lulusan sekolah itu. Ibu sudah tahu seluk beluk sekolah itu. Di sana nanti kamu tinggal dengan bibi dan nenekmu. Sekalian ibu ingin agar kamu bisa hidup mandiri.” bujuk Ibu.
            Suasana rumah sore itu begitu ramai dengan perdepatanku dengan orang tua ku. Memang aku ini anak yang rewel. Semua keinginanku harus terpenuhi. Tak salah jika orang tuaku sudah lelah menghadapiku.  Maka dari itu mereka berniat mengirimku ke Jogja. Kalian tahu kan orang-orang di sana mengutamakan kesopanan, kedisiplinan, dan kemandirian. Ketiga hal itulah yang aku tidak suka.
            Aku mengurung diriku di kamar. Orangtuaku tetap memaksaku untuk sekolah disana. Dengan muka kesal selagi tertelungkup di kasur, aku memandangi barang-barang yang aku miliki di kamar ini. Begitu banyak yang aku pinta kepada ayah dan ibu. Mereka tulus sepenuh hati memberikannya. Lalu mengapa aku begitu egois tidak ingin memenuhi keinginan kedua orang tuaku. Aku pandangi fotoku saat masih bayi yang belum punya keinginan dan keegoisan. Harusnya aku tumbuh lebih baik. Bukan menjadi anak durhaka seperti ini. Pintu hatiku mulai terbuka. Air mataku mulai mengalir. Aku segera bangkit dari kasur. Aku ingin menghampiri ibu secepatnya.
            Dengan air mata yang masih mengalir dan berlari bergegas memeluk ibu yang sedang berdiri memandangi foto keluarga yang terpajang di dinding.
“Ibu maafkan Nana ! Nana tidak ingin jadi anak durhaka. Nana ingin membalas kebaikan ibu dan ayahselama Nana masih sempat. Nana....”
“sudahlah Nak ! tidak usah diteruskan. Ibu bahagia mendengarnya. Maafkan ibu telah memaksa mu Nak.” Sambung ucapan ibu memotong perkataanku yang bersedu.
“tidak, bu! ibu tidak salah. Ini semua demi  kebaikan ku. Sudah banyak permintaan Nana yang terpenuhi oleh ibu dan ayah. baru sekarang kalian memohon kepadaku. Lalu kenapa juga aku tidak mau memenuhinya. Baik bu, aku mau belajar di sana.” Ujarku dengan air mata yang mulai mengering.
           
            Sampailah aku di rumah bibi ku. Besoknya ayah dan ibu kembali ke Jakarta. Di sini aku diajak berkeliling seputar DI Yogyakarta ini. Begitu damai yang aku rasakan. Begitu pun SMA Cakrawala yang aku singgahi untuk melakukan testing terlebih dahulu. Tanpa kendala aku berhasil masuk dan menjadi siswi SMA Cakrawala Yogyakarta.
Minggu pertama aku lalui dengan kegiatan Masa Orientasi Siswa Baru. Hari pertama saat aku melangkah memasuki wilayah sekolah ini angin berhembus menerbangkan dedaunan yang terlepas dari pohonnya. Suasana aneh yang aku rasakan. Kaki ku semakin ragu untuk melangkah lebih jauh.

“ duuh, apa yang aneh ya ?” ujarku di sepanjang langkah kaki yang berat ini.
            Aku terus berusaha untuk menenangkan perasaan aneh ini. Aku mengingat kembali sesuatu yang mungkin aku lupakan.
“ooh,  iya ! aku lupa belum menelpon ibu kalau hari ini hari pertama kegiatan MOSB. Pantas dari tadi langkah kaki ku begitu meragukan. “ aku berkata seorang diri di sekitar halaman sekolah.
            Setelah selesai menelpon ibu, aku bergegas menuju papan pengumuman untuk mengetahui dimana kah posisiku ditempatkan. X A, itulah kelas ku. Aku pun mulai berjalan menuju kelas yang akan aku tempati.
“ Hai, aku Tasya. “ sapa seorang gadis yang menghampiri ku di tempat yang aku duduki.
“oh, hai aku Nana. Silahkan duduk di sini.” Jawabku mengajaknya duduk sebangku denganku.
“ terima kasih. “ jawabnya lagi tersenyum.
            Kami sempat mengobrol untuk mengenal lebih jauh lagi. Lalu masuklah beberapa Kakak Osis yang akan memberikan materi. Dengan terlebih dahulu memperkenalkan diri mereka kepada kami. Aku tidak begitu menyimak perkataan mereka. Karena posisiku yang terletak di belakang. Juga aku sempat mencari cincin pemberian ibu yang terjatuh di bawah meja. Diantara mereka ada yang menatapku terus dari tadi. Aku sempat bingung kenapa diamenatapku ? ah, tidak mungkin. Jangan berpikir aneh-aneh, Nana ! tapi kok sepertinya tidak ada yang menyadari  bahwa kakak itu melihatku terus. Atau mereka tidak peduli ? kalau begitu aku pun tidak usah peduli saja.
            Setelah beberapa jam, aku minta izin ke toilet. Tasya mengantarku. Tak berselang lama, aku hendak keluar dari toilet ini. Tiba-tiba pintu terkunci dari luar. Aku meminta tolong Tasya untuk membukakannya. Tasya justru berkata bahwa pintu itu tidak terkunci dari luar. Aku mulai panik dan terus mencoba mengotak-ngatik pintu dan mendorongnya, namun gagal. Tasya segera mencari bantuan dengan pergi meninggalkanku disini.
            Dengan terus berusaha seorang diri, tiba-tiba ada yang melemparikan gulungan kertas padaku.
“siapa disana?” tanyaku.
Tapi tidak ada yang menjawab. Aku ambil gulungan kertas itu dan membaca pesan didalamnya. Isinya “AKU DIBUNUH BUKAN BUNUH DIRI” dan di sudut kiri bawah bertuliskan huruf K. Begitu terkejutnya aku membaca isi pesan itu. Tak lama darah menetes pada kertas yang aku pegang.
“ Aaaaarrggghh…! Ibu, Nana ingin pulang !!!” teriakku lalu melemparkan kertas yang aku pegang tadi.
            Semakin kencang pukulanku pada pintu toilet dengan terus berteriak begitu shocknya hingga aku merasa pusing dan pingsan terduduk di pojok dekat pintu.
“Nana, kamu tidak apa-apa?” Tanya Tasya cemas diruang UKS.
“Tadi.. hal aneh menimpaku di toilet. Ada sebuah gulungan kertas yang berisi pesan dan tiba-tiba darah menetes pada kertas tersebut” ungkapku dengan keadaan yang pusing lemas.
“ngaco kamu! Mungkin Cuma mimpi. Mending sekarang kamu pulang aja sepertinya keadaan kamu tidak begitu baik.” Pintanya
            Aku ikuti saran Tasya. Tapi apa mungkin Cuma mimpi? Yang jelas keadaanku baik-baik saja.
            Setibanya di rumah, aku menelpon Ibu. Aku memaksa pulang ke Jakarta. Kejadian tadi membuatku resah. Ibu terus membujukku agar tetap sekolah di sini. Ibu menjelaskan hal aneh yang menimpaku. Mungkin benar tadi hanya halusinasi saja. Besok aku akan tetap melanjutkan sekolah.
            Bel istirahat berbunyi. 4 hari aku lalui tanpa kendala. Saat yang lain beranjak dari kelas, aku tetap berada di kelas seorang diri. Tak lama masuk  seorang Kakak Osis.
“sendirian aja?” Tanyanya
“I..iya” jawabku gugup. Ia kakak OSIS yang waktu itu melihatku terus. Posturnya tinggi pas. Kulitnya putih dan tampan juga menurutku.
“kamu orang baru di Jogja kan?”
“Iya..”
“mau tidak kakak ajak kamu berkeliling di sekolah ini ? kamu pasti terkagun!” ajaknya
            Aku tidak menjawab karena ragu. Tapi ia langsung menarik tanganku dengan tersenyum. Tangannya dingin. Aku ingin memberontak, tapi rasanya ia hendak menyampaikan sesuatu mengenai sekolah ini.
            Sepanjang kami berjalan, ia bercerita trntang kekagumannya pada sekolah ini. Hingga ia menghentikkan langkahnya.
“oh, yaa.. maaf sebelumnya, nama kakak siapa ? hari pertama aku tidak memperhatikan pembicaraan kakak. “ tanyaku
“aku Keyshaf. Biasa dipanggil Key.” Jawabnya tanpa melepaskan pandangannya yang kosong kea rah dinding pembatas.
“ Kak Key..”
“apa ?”
“ Tidak, hanya saja..” jawabku terhenti melihat wajah pucatnya.
“aku memang sedih. Waktu terasa singkat ya,?” jawabnya
“maksud kakak ?”
“hidup itu indah. Tapi terlalu singkat bagi kakak. Apalagi jika berakhir dengan sebuah fitnah.” Ungkapnya.
            Kami berada tepat di depan Labolatorium IPA di lantai 3. Aku terkejut mendengarnya. Maksudnya apa ? aku masih belum mengerti. Rasanya ada yang ganjil darinya. Tapi entah mengapa hati ku tersentuh dengan ucapannya. Aku turut bersedih walau sebenarnya tidak begitu mengerti. Matanya mulai berkaca. Angin berhembus. Karena cukup kencang, mataku ikut terpejam. Dan..
“ Hey ! aku cari-cari, ternyata kamu di sini.” Sahut Tasya menepuk pundakku.
“ Kak Key mana ?” tanyaku heran saat melihat tak ada Kak Key di sini.
“siapa ? aku baru dengar namanya. Waaah, ternyata kamu dari tadi berduaan dengan seorang pria ? hati-hati looh..”
“Kok baru dengar ? dia kan yang … sebentar, dia kemana ? tidak mungkin menghilang begitu saja !” ujarku kebingungan.
“ jatuh kali ! hahaha..” gurau Tasya.
“ ngawur kamu ! jangan sebarangan !” sentakku.
“ sudahlah ! masalah itu nanti lagi dibahasnya. Toh, ia sekolah di sini juga, kan ? pasti masih
ada di sekolah ini.” Jelasnya.
Tasya segera menarik tanganku lalu berlari ketakutan. Sebenarnya aku pun merasa
takut. Rasanya ada sebuah rahasia di sekolah ini. Pikiran ku terus dibayangi rasa penasaran.

















 

            Satu bulan aku lalui aktifitasku di sekolah ini. Aku mulai jarang melihat Kak Key. Sepintas kadang aku tmukan ia di perpustakaan, di deppan kelasku, dan di tempat kami ngobrol sebulan lalu. Perlahan aku mulai tertarik padanya. Dan setiap hari aku mulai menantikan kehadirannya.
“Sya, Kak Key itu baik, tampan, dan pintar. Iya tidak ?” curhatku pada Tasya sambil melangkah di sepanjang rumput kecil pinggir lantai 1.
“ehem, kayaknya ada yang lagi..”
“iri ya ??!” gurauku.
“ Tidak juga. Aku kan sudah punya Kak Tomy.” Jawabnya menyombongkan diri
“iih, Tasya jahat. Kenapa baru bilang ?” tanyaku mulai berjalan mundur menghadapnya.
“kamu sendiri menyembunyikan Kak Key.”
“siapa yang menyembunyikan Kak Key ? dia kan ada di..”
“awas di belakangmu !” sambung Tasya menoleh ke belakangku.
“aww !” aku menabrak tanaman kebun sekolah.
“hahahaha..” tawa Tasya.
“aduuh, sakit tahu !eh, ini apa ?” geretuku terhenti melihat sebuah senter yang telah usang tertimbun rerumputan yang aku duduki.
“coba aku lihat !” pintanya lalu meraih tanganku untuk bangkit. Aku ambil senter itu yang keadaannya sudah rusak.
“ gara-gara kamu menimpa senter ini jadinya rusak !”
“enak saja ! badanku tidak seberat itu untuk membuat rusak senter ini.” Jelasku.
Senter ini rusak nampak dari retakan kaca dan sudah tidak menyala lagi.
“Na, itu apa di kepalamu ?” tanyanya heran.
“apa ? “ tanyaku berbalik heran. Aku meraba kepalaku dan ada yang menetes di kepalaku.
“Daa..raah” ujarnya terkejut.
            Aku tak berkata apapun. Rasanya ini berasal dari atas. Aku lihat diatasku adalah lokasi pembicaraanku dengan Kak Key beberapa minggu yang lalu.
“siapa di atas sana ?” taya Tasya.
“Kak Key..” jawabku spontan agak ragu.
“ ada apa ini ?” Tanya seorang pria menghampiri kami.
“hai, Kak Tomy ! Na, ini dia Kak Tomy.” Ujarnya girang.
            Aku masih bertatap kosong tanpa menghiraukan kedatangan Kak Tomy. Apa mungkin..? tidak ! itu tidak boleh terjadi ! batinku.
“Na, kamu mimisan.” Seru Tasya.

            Aku tersadar dari lamunanku. Aku lihat Kak Tomyyang menatap tajam senter yang aku pegang. Hingga terdengar sebuah teriakan seorang siswa yang begitu dekat dari arah atas. Pusing sekali rasanya saat aku mendengar teriakan tersebut. Dan anehnya mereka seolah tidak mendengar apa-apa.  Aku tutup telingaku dengan kedua tanganku. Aku kembali pingsan.

“ kamu sudah mendingan ?” Tanya Tasya.
“senter tadi mana ?”
“sudah ditangani Kak Tomy. Lebih baik kamu pikirkan keadaanmu.”
“oh, ya.. sebelum aku pingsan teriakkan siapa yangaku dengar ?”
“tidak ada teriakan. Sudahlah, aku semakin khawatir denganmu. Aku antar kamu pulang ya ?!” ajaknya cemas.
“baiklah..” jawabku.
            Di rumah aku ceritakan keganjilan yang aku alami. Pada nenek.
            “Jogjakarta menyimpan banyak misteri” ungkap nenekku. Kemudian nenek mulai melantunkan lagu jawa layaknya seorang sinden profesional. Mengajakku tertidur agar tidak tertekan atas kejadian yang aku alami. Sebari membelai rambutku, aku pun tertidur tanpa beban.
            “Apa itu?” tanya Tasya menghampiriku yang sedang memandangi tasbih pemberian nenek.
            “Tasbih dari nenek” jawabku
            “untuk apa ?” 
            “entahlah. Dia bilang untuk perlindunganku.”
            “ooh.. supaya tidak pingsan lagi ya ? emang ngaruh ? seperti dukun saja ! haahaa..” ejeknya duduk di sebelahku.
            “ jangan salah.. gini-gini juga nenekku sakti..”
“haha..” tawa kami bersama.
Tasbih ini nenek berikan padaku bukan tanpa maksud. Walau belum diberitahu, tapi dia bilang ini harus aku bawa saat berada di sekitar sekolah.aku ikuti saja nasehat nenekku ini.
Waktu pulang tiba. Aku berjalan pulang bersama Tasya. Sebelumnya, seperti biasa, aku selalu menunggunya selesai ngobrool dengan Kak Tomy. Ia adalah orang yang mencurigakan menurutku. Tatapannya padaku selalu kabur. Seperti orag yang merasa dibuntuti olehku.
Baru sampai gerbang sekolah, aku teringat tasbih dari nenek tertinggal di loker meja kelas. Aku kembali untuk mengambilnya. Saat aku buka pintu kelas,
“ Kak Key ?”  sahutku melihat Kak Key memegang tasbihku dari depan meja ku. Aku segera menghampirinya dengan wajah bahagia. Kak Key masih fokus pada tasbih yang ia pegang.
“Kakak baik-baik saja ?”tanyaku cemas.
Ia melihatku tanpa ekspresi. Aku menatap aneh padanya. Lalu ia berlari kelluar membawa tasbihku.
“Kak, mau kemana ? jangan pergi lagi Kak !” teriakku menyusulnya.
Ia terus berlari hingga berhenti di tempat yang sama. Lantai 3 depan Lab. IPA. Aku pun ikut berhenti dengan nafas kelelahan. Iamembalikkan badannya menghadapku. Lalu ia memberikan tasbih tadi padaku.
“lihatlah dan ungkapkan apayang akan kamu lihat!” ujarnya dengan wajah tersenyum ahru.
Lalu angin berhembus begitu kencang hingga membuatku terpejam. Ketika kembali aku membuka mata, sore yang sayu tiba-tiba berganti malam.
“apa yang terjadi?” tanyaku terkejut.
Tempat ini masih sama. Hanya saja,... tiba-tiba dari arah belakangku ada seorang pria yang mendekat. Itu seperti.. Kak Tomy ! benar itu Kak Tomy. Aku melihatnya masuk ke Lab.IPA. aku ikuti dia untuk melihat apa yang ia lakukan malam hari seperti ini. Aku kira Kak Key mengajakku ke masa lalu. Dan ini terjadi karena bantuan Tasbih dari nenek. Ternyata benar, rasanya nenekku punya indera ke enam. Dengan jantung yang berdebar, aku terus memegang erat tasbih ini.
Ternyata Kak Tomy mengambil sebuah map pada lemari di Lab. IPA.
“ Akhirnya aku bisa menyingkirkan Key dengan Lembar jawaban ini.” Ujarnya membisik.
“siapa di dalam ?” tanya seorang pria lain dari arah luar dengan sorotan senter. Lalu ia membuka pintu. Itu.. Kak Key !
“Kak,apa yang terjadi ?” tanyaku menghampirinya.
            Ia tidak menjawab dan nampak tak menyadari keberadaanku. Senter menyoroti Kak Tomy. Kak Tomy berlari mendekati pintu untuk beranjak kabur.
“sedang apa kamu di sini, Tomy ?” tanya Kak Key menghadang Kak Tomy yang hendak Kabur membawa map tadi.
“bukan urusanmu !” jawabnya sebari mendoraong Kak Key hingga ia terjatuh. Tangannya berdarah mengenai sebuah pot bunga yang menyimpan serpihan kaca. Darahnya mengalir begitu banyak. Aku ingin sekali membantunya. Tapi, aku tak dapat menyentuhnya.
“itu milik sekolah, dasar pencuri !” Teriak Kak Key.
Terjadi keributan antara keduanya. Hingga Kak Key terdorong melewati pagar pembatas setinggi 1 meter. Memang terlalu pendek bagi sebuah pagar pembatas. Ia hampir terjatuh dari lantai 3. Ia selamat karena tangan kirinya yang masih sempat menggapai pagar pembatas. Berulang kali aku coba menolongnya tapi tanganku menembusnya. Ya, aku diajaknya hanya untuk menyaksikan apa yang terjadi saat ini.
“Tomy, tolong aku !” pinta Kak Key pada Kak Tomy yang berdiri menatapnya.
Kak Tomy tidak melakukan apa pun. Aku lihat Kak Key yang terus berusaha meraih dinding pembatas dengan kedua tangannya. Tapi tangan kanannya berdarah bekas luka tadi dan darahnya menetes. Tangan kirinya tak cukup kuat untuk menahan badannya. Dan ia berteriak.
“Tidak !!” teriakku histeris melihat Kak Key melepaskan genggamannya. Air mataku terus mengalir. Nampak Kak Tomy yang sama-sama terkejut. Kami berlari turun untuk memastikan keadaan Kak Key.
Aku tak kuasa melihat keadaan Kak Key yang tergeletak di taman yang bertanamkan rerumputan kecil padanya. Kak Tomy mengambil senter yang ikut terjatuh milik Kak Key. Ia menyalakannya lalu menyoroti wajah Kak Key. Mata Kak Key terpejam. Kak Tomy yang terlihat bingung dan terkejut segera pergi meninggalkannya. Senter tadi ia sembunyikan di balik tanaman yang akan tinggi dari rerumputan agar tak ditemukan sebagai bukti untuk menentukan ia sebagai pelakunya. Tentu saja karena sidik jarinya tertera pada senter itu.
“ Kak..” bisikku menangis.
Seseorang menghampiriku dari belakang. Ia menutup mataku dengan kedua tangannya yang dingin dari belakang. Karena shock aku kembali terlelap di tempat ini.

Saat tersadar aku berada di rumah. Tasya di sampingku. Ia bilang aku pingsan di taman dengan pipi yang dibasahi air mata. Aku ceritakan apa yang aku alami pada Tasya. Tapi ia tidak percaya. Lalu aku ceritakan pada nenek. Nenek menyuruhku menceritakan hal ini pada pihak sekolah. Nenek sudah tahu ini akan terjadi. Benar nenekku memang orang yang memiliki indera lain. Ia turunkan ilmunya padaku. Pantas aku sering mengalami hal aneh.
Setelah aku ceritakan pada pihak sekolah, dibantu nenek, mereka berkata bahwa memang Kak Key meninggal satu tahun yang lalu. Saat itu diduga bunuh diri. Saat itu ia sedang melakukan piket sekkolah. Ya, itu memang tugas seorang aktifis OSIS. Dan arwahnya masih berkeliaran di sini. Jadi, yang aku jumpai bukan Kak Key yang masih idup. Begitu sedih sekali mengetahuinya. Aku menangis memeluk nenek. Aku terlanjur menyukai Kak Key. Tapi ini tidak mungkin dilanjutkan. Dia abstrak untukku.
Setelah beberapa penyelidikan berlangsung, Kak Tomy akhirnya ditetapkan sebagai pelakunya. Tasya menangis memelukku. Aku terus berusaha menyadarkannya bahwa Kak Tomy bukan pria baik untuknya. Aku ikut menangis bersamanya. Aku menyadarkan diriku bahwa Kak Key telah tiada.
Mataku terus tertuju pada sebuah batu nisan yang bertuliskan “ KESYAF”. Aku taburkan bunga di sekitar tumbukan tanah yang menimbun jasadnya. Semua asa yang terpendam dalam hatiku ikut tertabur bersamanya.
“ dia sudah tenang, Na. Karna kamu sudah mengungkapkan kebenarannya. “ Tasya merangkulku yang beruraian air mata.
“Tasya, aku terlanjur menyukainya. Aku belum bisa menerima kenyataan pahit ini. Aku ingin berbagi kebahagiaan bersamanya. Aku tahu ia masih mempunyai mimpi yang belum terlaksana.” Ungkapku pada Tasya tersedu.
Sesuai memanjatkan doa, bagi ketenangan Kak Key di sana, aku ingin sekali menemui Kak Key untuk terakhir kalinya. Lalu aku kembali ke sekolah tepatnya di lokasi terakhir sebelum ia pergi meninggalkan dunia ini.
“aku mohon, Tuhan ! untuk terakhir kalinya aku menemui Kak Kesyaf. Izinkanlah..” pintaku tertatih seorang diri di samping Lab. IPA lantai 3.
Sore yang sayu mlai berhiaskan rintik hujan. Semakin lama, hujan semakin deras. Seseorang menepuk pundakku dari belakang. Aku pegang tangan itu karna aku kira itu Tasya. Tapi tangan Tasya tidak pernah sedingin ini. Apa mungkin..
“ Kak Key ?” tanyaku, lalu aku balikkan badanku menghadapnya. Benar ini Kak Key.
“ Kak.. “ aku mulai meneteskan air mata.
Kak Key menghapus air mataku. Ia tersenyum seperti biasa. Kedua tangannya bertumpu pada kedua pundakku.
“ nanana... nananana..nana..nana..” ia bernyanyi sebuah lagu yang liriknya diganti dengan namaku. itu lagu milik Acha Septriasa Sampai Ku Menutup Mata. Aku tersenyum dan mulai tertawa haru mendengarnya.
“liriknya salah.. ! harusnya,..”  ucapku terputus.
“ sampai ku menutup mata..” sambungnya dengan nada lagu yang sama beserta lirik yang sesuai.
Angin berhembus bersama tetesan air hujan. Lagi, mataku ikut terpejam dan setelah aku buka kembali ia tidak ada.
“terima kasih dan.. selamat jalan, Kak !” ujarku ditemani air mata dan angkasa yang ikut menurunkan kesedihannya.
THE END